Pages

Senin, 24 Oktober 2011

Risalah dari Sahabatku...

arti itu....

         Sungguh aku bersyukur, karena aku mengenalmu sahabat, sekalipun aku tak pernah utuh memilikimu, sekalipun utuh yang kau punya takhanya untukku...jangan tanyakan tentang kesedihan yang kau pun tahu sahabat, jangan bertanya tentang rasa sakit...ku, bila kau pun merasakannya...aku memang manusia biasa, yang tak sempurna, dan kadang salah...namun
rasa kasihku telah mengalahkan rasa sakitku,rasa asihku mengalahkan egoku …dan sayangku...., telah mampu mengobati luka – luka itu. Sahabat, kapan aku bisa menyentuhmu?Dimana aku bisa menemui hangatnya jemarimu mengusap semua peluhku?Ataupun sebaliknya aku yang mengusap peluh di wajahmu...Dan aku yang akan membelai lembut bahumu ketika kau goyah di jalan perjuanganmu bersamaku, agar kau tahu betapa pedulinya aku terhadapmu...Sahabat, dalam sujudku pada-Nyaku titipkan doa dan pintaku.....semoga kau senantiasa dalam penjagaan-Nya ketika penjagaanku tak sampai padamusemoga kau selalu dikasihi dan disayangi -Nya ketika kasih dan sayangku tak mampu melampaui dimana kau berada saat ini. Ku pinta pada-Nya agar Sahabat-Nya selalu ada untukmu, ketika aku tak sanggup lagi mensahabati Ku tegarkan, segala kerapuhan, kan ku indahkan segala kesedihan...bahagia mu adalah doa dan harapku....senyuةmu, menjadi suatu cita – cita dimana aku bisa merasakannya itu tulus hanya untuku...Semoga kan selalu baik adanya , meskipun jalan ini tak sempurna....ucap terakhirku, ku harap kan terbaca jelas di mata dan hatimu...aku mengerti...., aku di sini, dan aku mensahabatimu apapun adanya kau dengan segala kurangmu...dan biarlah.......biarlakanlah tulusku...yang mensahabatimu.... Semoga kau dengar wahai sahabat....


 Sahabat…
Pernahkah engkau berpikir mengapa Allah mempertemukan kita?
Adakah semua kenangan indahyang kita alami terjadi begitu...saja.
Aku tak kuasa membendung butiran cinta bila merenungi semua ini. 
Semalamdi sepertiga malamku, kucurahkan segenap rinduku pada Sang Pemberi Cinta, karena akutahu padaNya lah bermula rasarinduku padamu. dan tak lupasebait doa ku lantunkan disepertiga malam ku itu, agar kauselalu dalam naunganNya.

Sahabat….
Sebenarnya aku benar–benar tak kuasa melepaskenangan - kenangan manisyang telah lama kita jalin, rasanyaterlalu erat untuk diuraikan.
Tapi senyummu di hari hariku bersamamu senantiasa mengisyaratkan agar aku tetap tabah. Hingga kini bila jiwaku terasa sunyi wajah ceriamu selalu hadir. Seolah engkau benar–benar ada di sampingku.
Menghiburku dengan cerita–cerita indah dari syurga, cerita tentang orang – orang yang selalu dikasihi Allah karena saling mencintai karenaNya.

Sahabat…
Suatu kali saat cahaya senja menaungiku di bibir pantai Syah Kuala, aku termenung sambil menatap riak–riak air laut yang tenang.
membiarkan angin denganlembutnya menerpa wajahku.
Mengusikku, yang kala itu sedang terkenang akan dirimu.
Dan butiran beningpun kembali mengalir, sesekali riak – riak airlaut menggodaku, menyentuh kakiku yang tak beralas.

Sahabatku...
yang jiwamu selaluterpancar cahaya keimananBila bisa memilih, aku ingin selalusetia bersamamu, mendengarkancerita – cerita indahmu, ataumenghiburmu kala kau sedangberduka.
Tapi, aku mengertibahwa Sang Khaliq telahmenyiapkan alur taqdirterindahnya untuk kita, sehingga Tak aku risaukan lagi apapuntakdir Tuhan tentang kita nantinya, bisa mengenalmu sajaaku sudah sangat bersyukur.
Aku bersyukur karena Allah telahmenghadirkan dirimu padasepotong penggalan hidupku yangsingkat ini. Sepotong kenanganindah bersamamu, mampumencerahkan setiap langkahku.

Sahabat….
Sepucuk perasaan yang engkau tatap ini, ku tulis dengan hatiyang bergetar.
Setiap untaian katanya adalah kuntum-kuntumrinduku padamu. 
aku menulisnya dengan perasaan yang sama saat engkau menulis bait-bait rahasia di diarymu tentangku, Sahabat, Aku rindu akan pertemuan abadi denganmu di tempat terindahNya,Surga Firdaus.
Kini, Hanya janji sucimu yang menguatkan aku,mengiringi langkahku dalammerangkai cita-cita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar